Bagaimana Jika?

Bagaimana Jika?

Spread the love

Ada kejadian yang sangat mengejutkan pada pertandingan silat di pergelaran Asian Games 2018 kemarin. Ya, dua orang yang sedang bersaing untuk memperebutkan kursi sebagai orang pertama di Republik Indonesia ini duduk berdampingan dengan damai, tidak hanya itu, saat pertandingan ditutup dengan kemenangan oleh atlet Indonesia yang meraih emas, mereka bahkan berpelukan bersama atlet tersebut juga berselfie ria disekitar podium. Sangat mengejutkan bukan?

Ditengah panasnya para pendukung mereka yang sedang bersaing untuk memberikan nama baik kepada beliau berdua, tetapi beliau berdua duduk berdampingan dengan damai bahkan berpelukan. Lalu sebenarnya yang bikin banyak orang ribut tentang ganti presiden dan presiden dua periode ini siapa? Yang pasti bukan mereka berdua dong ya, karena mereka tidak pernah sekalipun menyebutkan tagline tagline yang tadi dewa poker88.

Jika kita lihat lagi, hastag yang tengah beredar di media sosial saat ini adalah ganti presiden dan presiden dua periode. Siapa sih dalang di balik hastag ini. kalau hastag ganti presiden sih jelas partai oposisi ya, karena mereka yang sangat menginginkan presiden saat ini diganti, dengan berbagai pertimbangan dan bukti yang mereka ajukan sebagai penguat bahwa presiden harus diganti. Dan yang membuat hastag presiden dua periode ini agak kurang jelas apakah dari pihak partai atau rakyat sendiri yang membuatnya.

Prabowo dan Jokowi Berfoto

Tapi apakah kita sadar bahwa kita rakyat Indonesia sekarang ini sedang di adu domba dengan segala macam skenario yang telah dibuat oleh mereka mereka kader partai yang bermusuhan itu. Sebenarnya kalau kita mengkaji balik, tidak ada kekacauan yang sangat berarti di Indonesia sebelum mereka berkicau. Semuanya aman aman saja sebelum akhirnya kita menjadi bermusuhan hanya karena hastag di media sosial. Satu sisi takut dan mengecam hastag yang telah dibuat, sisi lain gencar menyebarkan hastag tersebut hingga viral seperti sekarang ini.

Tapi bagaimana jika mereka berdua yang akan bertarunglah yang ingin memecah belah Indonesia. Karena jika kita lihat dalam keseharian mereka tidak ada mereka mencoba untuk menenangkan para pendukung mereka yang sedang ribut, baik dari media sosial maupun berbicara langsung pada saat pidato atau berbicara kepada para pendukung mereka yang merupakan kader partai pengusung. Tidak ada malah usaha mereka untuk membuat Indonesia berdamai. Selain itu banyak dari pidato mereka yang digunakan oleh para pendukung untuk memojokkan salah satu dari mereka.

Wah ini sebenarnya yang salah siapa ya, pada era modern saat ini sangat sukar sekali nampaknya untuk mencari identitas asli dari pembuat onar, karena yang mereka mainkan adalah media sosial, tidak bertemu secara langsung. Maka dari itu sering terjadi kerancuan dalam menerima berita, apakan itu memang benar benar baik atau tidak. Tapi ya semoga kita dijaga dari berita berita hoax yang telah tersebar ya.

Jimmie Moore Author