Humor Pelatihan CIA

Humor Pelatihan CIA

Spread the love

Humor politik menjadi salah satu selingan cerita yang dapat kita rasakan disamping seriusnya perjalannya politik di dalam dan luar negeri. Humor politik yang akan kita bahas kali ini menceritakan tentang pelatihan CIA yang dialami oleh 3 orang agen baru. Suatu ketika, ada tiga orang warga negara Amerika yang berkeinginan menjadi salah satu agen CIA. Untuk menjadi agen CIA, mereka harus melakukan serangkaian pelatihan dan tes yang diterapkan oleh agen federal Amerika tersebut.

Dari sekian banyak tes yang harus mereka jalankan, mereka berhasil menakhlukan tes tersebut dan diharuskan melakukan pelatihan sebagai syarat masuk menjadi agan CIA. Di dalam pelatihan, ketiga orang tersebut dipandu oleh seorang instruktur untuk memasuki ruangan yang kecil dan terletak saling bersebelahan. Instruktur membawa isteri pemuda pertama untuk masuk ke dalam ruangan kecil tersebut. Sang instruktur memberikan 2 buah pistol kepada pemuda tersebut dan memerintahkannya untuk menembak sang isteri yang telah hidup bersama selama lima tahun.

Pemuda pertama mengelak untuk menembak sang isteri yang telah hidup bersamanya. Karena penolakan tersebut, pemuda tersebut tidak lolos ujian dan tidak memiliki hak untuk menjadi salah satu agen CIA. Hal serupa juga dialami oleh pemuda kedua yang tidak mampu membunuh isterinya sendiri. Hal itu pula yang menyebabkan pemuda kedua tidak lolos pelatihan dan dinyatakan gagal melakukan ujian CIA.

Pada kesempatan berikutnya, pemuda ketiga juga diberikan tantangan yang serupa. Kamar kecil yang dia masuki telah didatangi oleh sang isteri. Instruktur memberikan perintah untuk menembak sang isteri. Pemikiran pemuda ketika sepertinya berbeda dengan pemikiran kedua pemuda sebelumnya. Ia tak segan untuk mengacungkan pistol yang diberikan oleh instruktur untuk menembak sang isteri.

Setelah melakukan tembakan, ia keluar dari ruangan dan menemui sang instruktur. Namun, perkataan yang ia lontarkan kepada instruktur justru membuat kita merasa aneh. Bagaimana tidak, dengan lancarnya ia mengatakan, “Tidak ada peluru di dalam pistol, untuk membunuh isteriku mencekik adalah jalan yang aku ambil.”

Humor CIA

Perkataan yang dilontarkan oleh orang ketiga tersebut merupakan hal yang sangat konyol. Pelatihan CIA dan tes yang diberikan oleh instruktur nyatanya bertujuan untuk meningkatkan keberanian para agen baru. Ujian tersebut tidak harus dilakukan secara nyata, apa lagi hingga membuat nyawa melayang. Jika kita memperhatikan kisan humor politik tersebut, kita dapat melihat betapa polosnya orang ketiga tersebut dalam menyelesaikan ujian yang diberikan oleh agen CIA.

Humor politik yang diterangkan di atas tentunya menjadi hiburan tersendiri bagi kita yang jenuh akan aktifitas yang kita jalankan setiap harinya. Kita dapat menjadikan cerita humor tersebut sebagai hiburan penghilang kebosanan yang tidak kita dapatkan dari orang lain. Jika diperhatikan dengan seksama, ada banyak humor politik yang dapat kita jadikan hiburan. Cerita humor pelatihan CIA bukanlah satu-satunya cerita yang dapat kita ikuti untuk menghibur diri kita sendiri.

Cerita humor politik mengenai inspeksi mendadak sang walikota, menelepon presiden di tengah malam, menang pemilihan, presiden berbicara di negara Jepang, hasil pemilihan presiden, demo di istana negara, investigasi Afganistan dan kampanye door to door menjadi beberapa cerita humor politik yang menarik untuk diketahui. Humor politik sendiri dapat kita temukan dengan mudah di dunia maya. Ada beberapa situs online yang menyediakan cerita humor politik tersebut. Kita tentunya akan merasa terhibur dengan cerita tersebut.

Jimmie Moore Author