kinerja dpr ri

Humor Politik Indonesia mengenai Buruknya Kinerja DPR RI

Spread the love

Ada berbagai macam cara orang-orang untuk memberikan kritik terhadap pemerintahan maupun politik suatu negara. Salah satu cara yang tak jarang digunakan adalah melalui humor-humor sarkastik. Di Indonesia, apalagi di era digital seperti saat ini, kritik terhadap pemerintahan maupun kondisi politik Indonesia melalui humor sudah bukan hal asing lagi. Kita akan banyak menemukannya di media sosial. Humor politik tersebut juga tersaji dalam berbagai bentuk seperti meme, cuitan di media sosial, dan sebagainya. Salah satu lembaga yang sering menjadi target sarkasme netizen adalah DPR RI. Terlebih setelah kasus ketua DPR RI, Setya Novanto, bergulir. Kegeraman masyarakat Indonesia, khususnya netizen semakin memunculkan berbagai kritik melalui humor-humor politik.

Anda tentu tak asing dengan kalimat “Kepalanya benjol seperti bakpao” yang ditujukan pada Setya Novanto. Atau hashtag #ThePowerOfSetyaNovanto yang cukup lama menjadi trending topik di media sosial. Ternyata, sindiran melalui humor terhadap DPR RI tidak hanya berputar pada Setya Novanto saja. Humor politik yang lebih baru juga disampaikan oleh netizen sesaat setelah sidang terhadap terdakwa kasus bom Thamrin, yaitu Aman Abdurrahman alias Oman Rochman, dilaksanakan.

Perlu diketahui bahwa kasus bom Thamrin merupakan kasus pengeboman yang terjadi pada Januari 2016 lalu. Peristiwa pengeboman ini terjadi di dua titik yaitu gerai Starbuck dan pos polisi di depan gedung Sarinah. Peristiwa tersebut memang sudah terjadi sekitar 2 tahun lalu, namun persidangan masih terus bergulir.

dodi suridi alias ibnu arsad

Sidang yang berlangsung belum lama ini adalah sidang yang menghadirkan Dodi Suridi alias Ibnu Arsad, terpidana Kasus Bom Thamrin untuk dimintai keterangan. Dalam sidang tersebut, Dodi mengaku mengenal pelaku bom bunuh diri Thamrin. Dodi sendiri berperan sebagai pembuat case bom dalam peristiwa tersebut. Selain itu, dalam persidangan juga muncul pengakuan dari Dodi bahwa bom Thamrin tidak sesuai dengan target. Dodi mengatakan bahwa target yang benar menurutnya adalah  gedung MPR dan DPR. Pengakuan Dodi yang dimuat dalam berbagai situs berita online, salah satunya detik.com inilah yang memunculkan berbagai humor politik dari netizen khususnya pengguna media sosial twitter.

Banyak netizen yang justru mendukung terpidana Dodi setelah mengetahui bahwa target pengeboman adalah gedung MPR dan DPR.

Misalnya dengan berkomentar melalui tebak-tebakan “kalo beneran gd (red: gedung) mpr/dpr ambruk karena di bom, berapa banyak yang selamat?”, kemudian cuitan dari akun twitter @meow_leader ini diakhiri dengan jawaban “250 juta rakyat Indonesia”.

Menanggapi cuitan tersebut, ada pula humor politik lainnya yang muncul dari netizen, seperti cuitan yang dilontarkan oleh akun @el_jojoel “250 juta minus anggota dpr”

Lalu dikomentari kembali oleh @meow_leader dengan “Iya yah… yg bolos banyak ¾ nya selamat berarti”.

Komentar lain berbunyi “Ternyata misi sebenarnya mau menyelamatkan 260jt rakyat Indonesia. Semoga Hakim bijaksana. Karena setiap orang layak untuk mendapatkan kesempatan kedua,” dari akun @KennyAndhika.

Juga dari akun @goestiwijoyo yang berbunyi “Lain kali sampeyan ngomong dulu pasti kita biarin….yg ini tolong dilepas pak hakim!!!”.

Tentu cuitan tersebut bukan tanpa alasan dan juga tanpa maksud untuk benar-benar mendukung kejahatan pengeboman yang menyebabkan peristiwa tragis hingga memakan korban jiwa sekitar 20an warga masyarakat tak bersalah itu.

Cuitan di media sosial seperti yang diulas di atas merupakan bentuk dari humor politik untuk menyindir bagaimana buruknya kinerja MPR atau DPR selama ini, setidaknya menurut sebagian masyarakat Indonesia.

Baca juga : Cerita Humor Mengenai Setya Novanto !

Jimmie Moore Author