Humor Politik yang Mengisahkan Kinerja DPR yang Buruk

Humor Politik yang Mengisahkan Kinerja DPR yang Buruk

Spread the love

Masyarakat dapat melakukan berbagai macam cara untuk mengkritik kinerja pemerintah. Cara yang mereka lakukan adalah dengan humor berbau sarkastik. Di era digital saat ini, kritik mengenai kinerja pemerintah bukanlah hal yang baru lagi. Kita bahkan dapat menemukan dengan mudah akan humor politik tersebut di dunia maya. Humor politik yang beredar di dunia maya dapat berupa meme atau cuitan yang dilakukan melalui media sosial. Lembaga negara yang kerap terserang meme dan cuitan humor tersebut adalah DPR RI.

Hal tersebut semakin ramai diperbincangkan akibat keterlibatan ketua DPR, Setya Novanto yang melakukan korupsi atas kasus E-KTP. “Kepala benjol layaknya bapao” merupakan salah satu ciutan masyarakat yang melahirkan cerita humor di tengah kasus yang sedang terjadi pada saat itu. Cuitan tersebut bahkan menjadi trending topik di media sosial dan dikenal dengan baik oleh masyarakat. Cuitan tersebut dapat terjadi akibat kondisi Setya Novanto setelah mengalami kecelakaan. Jika diperhatikan dengan baik, kepala benjol bukanlah alasan mengapa Setya Novanto harus dirawat selama berhari-hari di rumah sakit bukan?

Humor politik yang berkaitan dengan kinerja DPR yang buruk tidak hanya berasal dari Setya Novanto saja. Humor politik juga terlahir pada saat terjadinya bom Tamrin. Bom Tamrin sendiri merupakan kasus yang telah lama berlalu, yakni pada tahun 2016 lalu. Kasus bom yang terjadi pada dua titik yang berbeda tersebut masih berjalan hingga saat ini.

Di dalam siding bom Tamrin tersebut, Dodi Suridi atau yang dikenal dengan Ibnu Arsad tersebut berperan sebagai saksi. Di dalam siding tersebut, Dodi memaparkan bahwa dirinya mengetahui siapa pelaku dari bom Tamrin tersebut. Dodi sendiri bukan menjadi saksi saja tetapi juga merupakan sosok yang membuat case bom. Dodi menjelaskan bahwa target bom tersebut tidak sesuai dengan sosok yang ditargetkan. Menurut Dodi, bom dibuat untuk mengebom gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Kasus Setya Novanto

Mengebom sendiri merupakan hal yang tidak dibenarkan menurut hukum. Meskipun begitu, ada banyak cuitan yang berasal dari masyarakat dan membuat peristiwa pemboman hanya humor belaka. Ada cuitan yang meminta penjelasan mengenai berapa banyak wakil rakyat yang tersisa jika nantinya bom tersebut berhasil membumi hanguskan gedung DPR tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa ada banyak wakil rakyat yang akan terselamatkan jika bom tersebut berhasil menghancurkan gedung DPR lantaran banyak wakil rakyat yang bolos bekerja.

Dan yang paling lucu lagi adalah, pendapat masyarakat mengenai banyaknya warge negara yang terselamatkan dari kinerja DPR jika bom memang benar-benar menyasar gedung DPR. Cuitan yang lahir di tengah masayarakat tentunya bukan merupakan dukungan untuk melakukan kejahatan terhadap pemerintah. Cuitan humor yang dilakukan oleh masyarakat merupakan bentuk sindiran kepada DPR yang belum benar-benar melakukan tugasnya dalam mewakili kehendak rakyat.

Masyarakat Indonesia merasa bahwa kinerja DPR belum sebaik yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia. Dilihat dari banyaknya humor politik yang berkaitan dengan kinerja DPR tersebut, pemerintah layaknya melakukan perbaikan di segala bidang. Dengan perbaikan tersebut, rasa kurag puas akan kinerja DPR tidak semakin meningkat dan membuat rakyat lebih percaya kepada kinerja DPR nantinya. Semoga dengan adanya perbaikan kinerja DPR tersebut, tidak ada lagi cerita humor atau meme yang mengkritik kinerja dari Dewan Perwakilan Rakyat tersebut. Bagaimana, apakah Anda setuju dengan pendapat tersebut?

Jimmie Moore Author