Politik Kampus Indonesia

Politik Kampus dan Kenyataan Politik Indonesia saat ini

Spread the love

Apakah anda pernah membaca tentang kepentingan partai masuk kampus dan berita lain sejenisnya? Sudah pasti pernah, karena berita ini sudah lama beredar dan sudah dipost ulang berkali kali oleh akun akun di media sosial. Seperti yang kita ketahui, berita ini menyasar kepada kampus kampus besar di Indonesia. Bukan karena apa apa, hanya karena kampus besar juga mempunyai kesempatan yang besar untuk memberikan pengaruh kepada publik. Di beberapa kampus di Indonesia terdapat juga partai partai dalam bentuk kesatuan pergerakan mahasiswa. Kalau partai di Indonesia bertanding untuk berebut kursi kekuasaan di Indonesia, partai di kampus bertanding untuk berebut kursi kekuasaan di tingkat kampus maupun fakultas fakultas yang ada di kampus.

Jika diamatai, keseruan persaingan dalam berebut kekuasaan pun sama serunya dengan partai di Indonesia. Kalau menjadi pejabat di pemerintahan kan ada gajinya dan pejabat kampus tidak digaji malah masih membayar uang untuk kampus. Lalu untuk apa terlalu sengit dalam berebut kekuasaan dikampus. Bisa jadi seperti asumsi yang pertama tadi, ada kepentingan partai di dalam kampus. Bisa jadi kan sekelompok pergerakan mahasiswa dibantu untuk menjadi pejabat kampus, setelah itu mereka secara tidak langsung di media sosial mengkampanyekan salah satu calon yang akan berlaga di pemilu yang merupakan calon dari pihak yang mendukung mereka. Bisa jadi begitu.

Gejolak perpolitikan di beberapa kampus besar di Indonesia dikuasai oleh sekelompok mahasiswa yang menyebut kelompok mereka dengan suatu warna, yaitu warna putih, hijau, merah, dan kuning. Selain itu ada juga sekelompok mahasiswa yang mengatas namakan mereka sebagai anti dari kepentingan kelompok mahasiswa berwarna tadi, kelompok ini pun sebenarnya tidak jelas arah geraknya. Gerakan mahasiswa berwarna tadi satu sama lain terkadang berlawanan, terkadang juga menyatu dengan kompaknya, ya sama seperti perpolitikan di Indonesia, kadang jadi teman baik, kadang jadi musuh yang sangat buruk.

Politik Indonesia

Organisasi kampus yang sebenarnya menjadi tempat belajar berorganisasi untuk para mahasiswa malah menjadi lapak berharga untuk menambah kader pergerakan berwarna dan pengembangan kader. Tak jarang jika kita lihat, orang orang yang berada di dalam organisasi yang dikuasai oleh salah satu warna merupakan anggota dari warna itu sendiri, jika bukan maka mereka adalah simpatisan atau pendukung warna itu. Oleh karena kenyataan inilah banyak mahasiswa yang memilih menjadi apatis terhadap organisasi kampus, karena kekuasaan yang digunakan untuk menambah kader bukan untuk melayani dan membantu sesama mahasiswa yang membutuhkan.

Untuk mahasiswa yang tergabung dalam suatu pergerakan warna, mau itu putih, hijau, merah, ataupun kuning, marilah menjadi lebih sehat dalam bersaing. Jangan sia siakan mahasiswa berprestasi untuk mengabdi kepada kampus hanya karena kalian ingin mengembangkan kader kalian. Mari menjadi lebih sehat dan lebih adil dalam belajar berorganisasi. Hidup mahasiswa!

Jimmie Moore Author