Politikus Wajib Kreatif

Politikus Wajib Kreatif

Spread the love

Memasuki tahun politik yang memanas di Indonesia, mulai banyak pakar pakar politik yang bertebaran di media media regional hingga nasional. Hal ini bisa kita lihat dari media media televisi yang mulai menayangkan program debat antar pakar tentang perkiraan apa yang akan terjadi di masa mendatang dalam perpolitikan di nusantara. Selain pakar politik, juga mulai banyak bermunculan orang orang yang sok pintar politik yang bertebaran di media sosial seperti instagram dan twitter.

Ini yang sebenarnya bisa membahayakan demokrasi bangsa Indonesia. Semakin banyak orang orang dengan akun yang tidak jelas di media sosial, akan semakin membuat risih pengguna media sosial yang bertujuan untuk mencari informasi dan pada akhirnya membuat mereka para pencari informasi merasa geram dan memilih untuk tidak mempercayai berita yang tesebar.

Untuk menghadapi perilaku pengguna media sosial yang semacam ini, sepertinya politikus harus sedikit kreatif dalam mengendalikan isu, supaya tidak termakan isu juga supaya tidak dikendalikan oleh isu. Para politikus harus mulai untuk berfikir out of the box agar tidak menyebabkan kekacauan dan perpecahan antar rakyat Indonesia. Karena sebenarnya mereka para politikus inilah yang bisa membawa suara rakyat. Sikap yang seharusnya ditunjukkan adalah netral, memberikan berita yang benar dan mengkritik dengan akal sehat.

Tapi tampaknya banyak yang luput dari para politikus sekarang ini. sebagian dari mereka yang telah menjadi orang penting sebagai wakil dari rakyat di senayan sana, malah berperang argumen, antara yang memposisikan diri mereka sebagai kubu oposisi dan kubu petahana. Sikap ini lah yang sebenarnya bisa memperkeruh keadaan sekarang ini, tak sedikit masyarakat yang telah berdebat dari beradu argumen hingga beradu fisik.

Politikus Wajib Kreatif

Dalam mengembalikan perdamaian, sebenarnya posisi yang dimiliki oleh politikus ini sangat berpengaruh terhadap terciptanya perdamaian di Indonesia. Bukan hanya dengan mengkampanyekan sebuah perdamaian, tetapi juga dengan cara berdamai dengan para lawan politik. Karena amanah sebenarnya bukan untuk membuat terpecah, tapi menyatu padu.

Mungkin karena kepentingan politik partai lebih penting daripada kepentingan rakyat, oleh karena itulah banyak politisi yang merupakan kader partai tersebut memberikan opini opini yang bertujuan untuk mengkritik tetapi tidak sama sekali mencerdaskan rakyat. Malah memberikan image negatif pemerintah kepada rakyat. Dengan cara mereka memberikan opini kritik tentang pemerintah itu sebenarnya tidak salah, tetapi dari kondisi rakyat tidak semuanya bisa memilah berita yang mana opini, fakta, dan hoax.

Oleh karena itu diharapkan kepada para politikus di Indonesia untuk bisa beropini dengan baik di media sosial. Berikanlah kritik yang sekiranya masih dalam batas wajar, jangan sampai menyebabkan perpecahan antar masyarakat Indonesia. Mari memberikan pencerdasan kepada rakyat, supaya tak mudah tertipu dengan hoax.

Jimmie Moore Author