Rakyat Memilih Wakil yang Gila Hormat

Rakyat Memilih Wakil yang Gila Hormat

Spread the love

Dalam sebuah negara demokrasi seperti Indonesia, tongkat kepemimpinan dipegang oleh rakyat, tapi diwakilkan oleh wakil wakil yang dianggap kompatibel atau mampu untuk menyampaikan suara mereka tentang tuntutan dan kebutuhan mereka untuk bertahan hidup. Dengan prinsip demokrasi “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” menunjukkan bahwa negara demokrasi sangat memberikan kebebasan berpendapat dan berkarya kepada para rakyatnya untuk bermain Agen Judi Bola Online.

Dalam pemerintahan, rakyat diwakili oleh para wakil rakyat yang ditentukan oleh rakyat sendiri melalui pemilihan umum (pemilu). Cara ini sudah lumrah dilakukan di Indonesia, karena memang sejak awal berdiri, negara ini adalah negara demokrasi, dimulai dari demokrasi terpimpin yang dijalankan oleh presiden pertama. Sebelum memilih wakilnya yang akan duduk di bangku pemerintahan, rakyat terlebih dahulu berkenalan dengan para calon wakil dengan cara mendengarkan mereka berkampanye.

Mulai dari kampanye media hingga kampanye ke desa desa yang dianggap memiliki banyak pemilih. Untuk itu dalam masa kampanye, para calon wakil rakyat ini banyak memberikan janji janji mereka kepada para penguasa yang sebenarnya. Untuk kelanjutan janji mereka apakah akan terlaksana atau tidak, itu merupakan urusan belakang antara mereka dan tuhan.

Hakikatnya seorang wakil adalah pelayan dari seorang penguasa. Sayangnya di Indonesia, wakil rakyat terkadang bertindak layaknya penguasa, gila hormat, dijaga ketat, tak jarang juga arogan terhadap rakyat. Bukan Cuma sebatas para wakil rakyat, bahkan staff hingga pegawai instansi mereka pun tak sedikit bertindak demikian. Tidak sedikit juga para wakil rakyat terpilih melakukan tindak korupsi. Entah apa yang ada di dalam otak para wakil terpilih tersebut. seolah mereka lupa akan para pemilih mereka, pemberi mandat untuk duduk dikursi pemerintahan.

Kalo pemimpin yang dihormati okelah bisa dimaklumi. Tapi kalo pegawai pemerintahan, mau PNS ataupun non PNS, nah ini yang agak bermasalah. Mereka ini adalah orang orang yang memang harus terjun ke masyarakat secara langsung sebagai kaki tangan dari pemerintah. Yang mana harusnya mereka menghormati semua yang mereka layani.

Tapi kenyataannya banyak yang malah minta dihormati dan lain sebagainya. Hingga rakyat seakan memohon mohon untuk “dilayani”. Pelayan kok malah dihormati oleh para bosnya ya. Kebalik dong, harusnya mereka yang menghormati para bos dan melayani dengan sepenuh hati. Jikalau ada bos yang rewel, ya sewajarnya mereka mengingatkan jika sudah diluar batas, bukan malah bersikap arogan dengan memarahi orang tersebut.

Tapi penulis tidak tahu, ini sudah tata kerama bertemu para PNS atau bagaimana, setiap orang yang bertemu dengan para PNS pasti salam dan tunduk terhadap mereka. Mungkin yang ada difikiran masyarakat adalah mereka adalah pemimpin, atau mungkin kalau tidak disalam sambil tunduk begitu malah masyarakat tidak dilayani oleh pelayan mereka. Bisa jadi, itulah kelakukan wakil dan pelayan gila hormat di Indonesia.

Jimmie Moore Author